Kerugian dan Keuntungan Menjadi Taksi Online dan Ojek Online

Angkutan online yang sedang merebak di indonesia membuat masyarakat berbondong-bondong untuk ikut serta mendaftar menjadi mitra. Di indonesia sendiri pelopor utama angkutan online adalah uber. Yang mana perusahaan asal perancis ini sudah memulai debutnya dengan meluncurkan aplikasi sejenis taksi online pada tahun 2015 silam. Namun pada tahun itu belum banyak yang tahu manfaat dari taksi online, namun semakin kesini masyarakat pengguna smartphone semakin bertambah dan informasipun menyebar begitu cepat, sehingga uber bisa di kenal oleh banyak orang walaupun tidak pernah melakukan promosi.

Setelah adanya uber, kemudian muncul gojek yang mana aplikasi ini khusus untuk mengangkut penumpang online memakai kendaraan roda dua. Gojek sadar dan tidak mau berexpansi ke pasar jasa roda empat, karena ingin fokus untuk kendaraan roda dua serta misinya sendiri membantu ojek-ojek pangkalan mendapatkan order lebih banyak lagi.

Kemudian muncullah grab, perusahaan asal singapore ini memang gencar melakukan promosinya. Promosi demi promosi untuk costumer dan juga mitra pengemudinya terus di genjot. Sehingga grab salah satu moda transportasi online yang sudah melekat di hati masyarakat dengan tarif murahnya. Tak sampai disitu, karena grab sendiri cukup modal untuk mengembangkan usahanya. Grab pun membeli saham uber, tujuannya untuk menguragi persaingan di asia tenggara. Karena uber memiliki sistem yang kuat serta mitra yang loyal. Sehingga grab terpaksa harus menonaktifkan uber di asia tenggara.

Setelah uber hengkang dari asia tenggara, khususnya di indonesia. Banyak mitra pengemudi yang harus mendaftarkan ulang diri mereka ke pihak aplikator grab. Namun keputusan grab tidak serta merta di amini oleh mitra uber. Banyak mitra uber malah berpindah haluan ke gojek dan anterin pada saat itu. Namun pihak anterin tidak pernah mendengar masukan dari mitra ex uber sehingga di tinggal begitu saja.

Seiring berjalannya waktu, hari demi hari berlalu, tarif ojek online dan taksi online semakin menyekik leher para mitranya. Bayangkan dengan awal tarif 4000 / rupiah / Km sekarang di pangkas menjadi 2000 rupiah / Km. Belum lagi potongan yang tadinya 10% untuk perusahaan di naikkan menjadi 20% untuk perusahaan. Hal ini tentu menyiksa untuk mitra pengemudi. Yang mana mitra pengemudi harus membayar pajak yang di potong secara otomatis dari aplikasi. Tentu penghasilan pengemudi taksi online dan ojek online semakin menipis.

Kerugian Bergabung Menjadi Mitra Angkutan Online

1. Tarif Semakin Murah

Tarif yang semakin hari semakin murah membuat para pengemudi ojek online menangis. Terlebih beban hidup yang semakin lama semakin meningkat sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal ini terbukti dengan adanya demo berjilid dari pihak mitra ojek dan taksi online yang menuntut hak mereka agar bisa di penuhi untuk menaikkan tarif per kilometer namun hal ini tidak di indahkan oleh pihak aplikator.

2. Penumpang Semakin Sepi

Semakin lama moda transportasi umum di indonesia semakin baik, sehingga masyarakat yang dekat dengan moda tersebut tidak akan menggunakan jasa ojek online dan taksi online lagi. Karena moda transportasi umum bisa di bilang lebih murah jika di bandingkan dengan tarif ojek online dan taksi online.

3. Persaingan Semakin Banyak

Dulu sewaktu awal Uber, Grab dan Gojek baru memulai bisnis mereka di indonesia memang persaingan antar pengemudi masih sedikit. Namun semakin kesini semakin banyak yang berminat menjadi mitra ojek online dan taksi online. Sehingga mereka bersaing sendiri dengan sesama driver online.

4. Masa Depan Tidak Tentu

Menjadi mitra pengemudi online anda harus siap ketika berhadapan dengan yang namanya suspend serta putus mitra. Kapanpun dan dimanapun suspend dan putus mitra terus menghantui para mitra ojek online dan taksi online.

Sudah banyak kejadian mitra driver yang tidak ada masalah di suspend dan putus mitra secara sepihak oleh pihak aplikator. Sehingga membuat para mitra pengemudi kehilangan mata pencahariannya.

Keuntungan Menjadi Mitra Driver Online

1. Waktu Kerja Fleksibel

Waktu kerja menjadi pengemudi ojek online memang tidak ketat, mitra pengemudi bisa kapan saja on bid dan off bid sesuka hati mereka. Inilah salah satu yang membuat orang banyak ikut serta menjadi mitra driver online.

2. Penghasilan Ditentukan Sendiri

Dengan waktu yang bebas, mitra pengemudi online bisa dengan bebas juga menentukan penghasilan mereka. Ketika malas maka penghasilan akan sedikit, ketika rajin narik maka penghasilan akan menyesuaikan. Artinya tidak jelas per bulannya dapat berapa..

3.  Seleksi Pendaftaran Mudah

Syarat untuk mendaftar menjadi mitra pengemudi online tidak kenal dengan batasan usia dan juga jenjang pendidikan. Siapapun bisa mendaftar sebagai mitra pengemudi online asalkan memiliki syarat; SIM aktif, E-KTP, KK asli, SKCK dan juga surat Domilisi dari RT/RW.

# Kesimpulan

Pada kesimpulannya, menjadi mitra pengemudi online bukan salah satu pilihan tepat untuk bergantung hidup. Disana anda hanya mitra biasa dan kapanpun kemitraan bisa di putus secara sepihak. Untuk itu carilah kerja yang lebih layak dan penghasilan yang layak pula. Karena masih banyak pekerjaan yang membayar anda dengan pantas. Memang cari kerja susah, tapi berusahalah dan jangan menyerah.
Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar