Gimana Caranya Kalau Istri Minta Cerai Namun Suami Menolak

Cara Jitu Jika Istri Gugat Cerai Namun Suami Menolak – Jaman yang sudah modern ini seakan aturan cerai dalam KUHP tidak pernah berubah. Aturan yang usang sepertinya lebih menguntungkan pihak laki-laki daripada pihak perempuan. Yang mana jika pihak perempuan ingin menggugat cerai harus ada kesalahan fatal suami yang bisa di buktikan di persidangan. Namun bagaimana kalau bukti itu tidak bisa di ungkapkan dan sang perempuan terus menerus menanggung beban hidup yang selalu menghantuinya.

Misalnya wanita sudah bosan dengan kelakuan suami yang serba malas bekerja. Pada kebanyakan kasus perceraian yang di gugat oleh istri biasanya masalah ekonomi keluarga, dimana ekonomi keluarga yang tidak stabil membuat istri harus melakukan sesuatu. Biasanya istri sudah beberapa kali mengingatkan suami agar tidak malas-malasan dalam bekerja dan tidak selalu mengandalkan istri dalam mencari nafkah di dalam rumah tangga.

Dari peringatan yang di berikan seorang istri biasanya di anggap enteng dan tidak di gubris sama suami. Dan kalau istri mengingatkan, malah suami biasanya lebih galak dan marah sama istrinya. Disinilah terkadang istri merasa jenuh dan tidak kuat lagi menjalankan kehidupan sama suaminya. Namun jika istri ingin menggugat cerai haruslah meminta ijin terlebih dahulu sama suami.

Biasanya suami yang di gugat cerai sama istri itu tidak terima dengan kenyataan. Ancaman demi ancaman pasti jadi makanan setiap hari oleh istrinya.  Namun bagaimana jika anda sebagai istri ingin menggugat cerai suami ke pengadilan dan segera di kabulkan sama pengadilan. Memang agak sedikit susah, namun biasanya ada yang gampang. Berikut ini adalah cara gampang jika suami tidak mau di ceraikan sama istrinya.

# :Siapkan Berkas Cerai

Jika anda sebagai istri ingin menggugat suami anda untuk cerai, anda harus menyiapkan berkas-berkas terlebih dahulu. Berikut ini adalah berkas cerai yang harus anda siapkan untuk ke pengadilan:

  1. Buku Nikah Asli (Suami & (Istri)
  2. Kemudian buku nikah tersebut di foto copy sebanyak 2 atau 3 lembar (tergantung kebutuhan)
  3. Siapkan materai sebanyak kurang lebih 4 lembar
  4. Legalisir Buku Nikah (Suami & Istri)
  5. Foto copy Kartu tanda penduduk (KTP) Yang Menggugat
  6. Foto copy kartu keluarga (KK)

Setelah semua berkas siap dan sudah di foto copy semunya. Anda bisa menyerahkan gugatan tersebut di pengadilan tempat domisili anda menetap. Kebanyakan orang salah menyerahkan dokumen perceraian yang berujung dokumen tersebut tidak di proses sama sekali.

Dan jika anda ingin melalui jalur yang cepat saat menggugat cerai suami. Anda bisa menyiapkan uang dan menyewa pengacara, karena dengan adanya pengacara di pihak anda maka urusan perceraian tersebut akan ada pengacaranya. Dan anda tidak perlu repot-repot untuk bulak balik sidang.

Perlu anda ketahui bahwa untuk persidangan cerai itu tidak serta merta di kabulkan oleh hakim jika alasan anda sebagai istri tidak kuat di mata hakim untuk menggugat suami anda. Biasanya banyak yang di tolak atau sidang akan di tunda sampai waktu yang tidak di tentukan. Disini akan banyak menyita waktu anda dan uang anda juga, karena sekali sidang sedikitnya 600ribu rupiah harus anda keluarkan untuk acara menggelar sidang.

Maka dari itu fungsi pengacara yang anda bayar tersebut adalah untuk membantu anda agar cepat mengurus sidang perceraian. Selain itu pengacara juga banyak tahu pasal dan KUHP yang akan di ulas di persidangan nanti. (Done)

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar