Cara Ampuh Mendapatkan Hak Asuh Anak Setelah Sidang Cerai

Tips Memperoleh Hak Asuh Anak di Pengadilan Sesudah Bercerai

Sebuah pernikahan yang sudah lama kebanyakan pasangan pasti sudah memiliki keturunan atau beberapa orang anak. Namun yang namanya rumah tangga pasti ada saja masalahnya, masalah yang paling krusial adalah masalah dalam perceraian. Banyak sekali pasangan yang tidak kuat menghadapi kenyataan pahit di dalam sebuah rumah tangga dan memutuskan untuk bercerai atau berpisah sama pasangan yang sudah memberikan keturunan secara langsung. Tak sampai disitu, bahkan setelah bercerai di pengadilan kedua orang tua harus memikirkan hak asuh anak. Artinya sidah perceraian memang sudah usai, tapi masalah hak asuh anak belum selesai begitu saja.

Berbicara mengasuh anak, anak sendiri adalah titipan dari yang maha kuasa untuk setiap manusia di bumi ini. Yang pastinya kedua orang tua, baik itu ibu dan ayah dari si anak jika sudah bercerai sebenarnya masih wajib untuk mengurus, memperhatikan dan memberikan kasih sayang kepada anaknya. Karena di dalam darah anak tersebut terdapat darah ibu dan ayahnya yang tidak bisa di buang sampai kapanpun.Hal ini juga terjadi ketika suami istri sudah bercerai dan tidak ada ikatan lagi dalam rumah tangga. Ada juga bebebrapa pasangan ingin rujuk atau tidak ingin bercerai sama pasangannya alasannya karena ingin selalu hidup bahagia bersama anaknya. Ini banyak terjadi…

Memahami Hak Asuh Anak Untuk Ayah Dan Ibunya Setelah Cerai

Ada beberapa hukum menyebutkan jika pasangan bercerai dan si anak usianya masih di bawah 12 tahun. Maka hak asuh akan wajib di berikan kepada ibu kandungnya. Karena anak yang masih usianya di bawah 12 tahun bisa di bilang masih kecil dan masih butuh kasih sayang seorang ibu. Jika di pisahkan maka akan berdampak pada psikologi anak tersebut dan hal ini berbahaya bagi masa depan si anak.

Namun kebanyakan dari orang tua tidak ada yang mau mengalah. Jadi bagaimana jika si ayah ingin mengambil hak asuh anak jika masih di bawah 12 tahun?

Hal ini bisa saja terjadi, jika ayah dari si anak ingin mengambil hak asuh anaknya dari ibunya. Dan anak tersebut belum berusia 12 tahun. Beberapa alasan mendasar jika seorang ayah ingin mengambil hak asuh anaknya:

  • Karena ibunya tidak bisa menjamin keselamatan anak tersebut
  • Tidak kuat dalam hal finansial
  • Tidak bisa memberikan rasa aman kepada anaknya
  • Perilaku Mendidikan anak yang buruk
  • Selalu memakai kekerasan kepada anaknya
  • Ibunya sudah tidak waras lagi

Itu beberapa hal yang paling mendasar untuk seorang ayah mendapatkan hak asuh anak di bawah 12 tahun. Karena beberapa faktor yang ibunya selalu lakukan dalam hal “negatif” yang dapat  membuat dampak buruk bagi si anak.

Namun tak sampai disitu saja jika seorang ayah ingin mendapatkan hak asuh anaknya. Ayahnya harus membuktikan bahwa ibunya benar-benar ada ketidak beresan misalnya dalam mendidik anak. Jadi harus di buktikan secara gamblang agar tidak di sebut sebuah alasan yang tidak ada buktinya.

Perlu di perhatikan untuk kedua orang tua. Jika anak tersebut usianya sudah melebihi 12 tahun. Maka anak tersebut berhak memilih pilihannya. Jadi dia berhak untuk memilih tinggal sama ibu atau ayahnya. Karena anak yang sudah di atas 12 tahun sudah bisa berfikir dan sudah harus bisa memilih mana yang terbaik untuk dirinya.

Dan yang perlu di perhatikan lagi, bahwa sidang hak asuh anak tidak bisa langsung di ajukan dalam sidang perceraian. Karena banyak orang menganggap, kalau sidang cerai bisa di jadikan satu dengan masalah hak asuh anak. Itu tidak benar!

Itu saja sharing kita kali ini, semoga bermanfaat dan bisa memberikan pengetahuan untuk kita semua. (Done)

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar