Begini Cara Syarat Pengajuan Cerai Untuk Suami

Syarat Pengajuan Cerai Bagi Suami Yang Mau Menceraikan Istrinya – Apasih yang tidak mungkin bagi sepasang insan di dunia ini, pernikahan dan perceraian pasti ada saja khususnya di indonesia. Bagi mereka yang dulu saling mangasihi, mencintai dan berbagi kisah hidup kini mereka sedang merencanakan sebuah perceraian, jangan-jangan begitu juga dengan anda khususnya untuk kaum laki-laki.

Faktor dua insan menginginkan perpisahan atau perceraian memang beragam, ada beberapa faktor yang paling sering di temui di persidangan adalah faktor orang ketiga, perbedaan pola berfikir, masalah ekonomi keluarga, dan masalah keluarga lainnya. Masalah di atas sebenarnya tidak perlu terlalu di persoalkan, karena segala sesuatu pasti ada solusinya Tanpa harus bercerai. Namun, ada juga pasangan rumah tangga yang menganggap masalah tersebut adalah masalah serius yang harus berujung di meja hijau atau pengadilan agama untuk bercerai.

Mungkin anda adalah salah satu orang yang membaca tulisan ini, dan anda adalah seorang suami atau lelaki yang ingin atau sedang dalam proses perceraian bersama dengan istri anda. Jika anda sebagai suami, perlu anda ketahui, kalau untuk syarat pengajuan cerai anda sebagai suami itu tidak terlalu susah. Misalnya anda sebagai suami sudah mengajukan permohonan cerai ke pengadilan agama sebagai cerai talak.

Masalah cerai talak ini hanya ada di dalam hukum agama, sedangkan hukum yang berlaku di indonesia tidak berlaku sebelum anda belum di katakan benar-benar sah bercerai dan mendapatkan surat cerai secara resmi. Namun jika anda sebagai suami sudah menjatuhkan talak, maka anda adalah sebagai pemegang wewenang untuk melanjutkan perceraian terhadap istri anda.

Anda bisa memperosses nya di pengadilan. Untuk bercerai sah menurut agama anda harus melalui beberapa tahapan, karena kalau hanya berbicara cerai saja, itu belum sah di mata negara. Anda harus melalui proses mengurus data administratif, persidangan dan barulah ada keputusan setelah persidangan.

Masuk Pada Tahap Syarat Pengajuan Cerai Bagi Suami

Untuk anda suami yang ingin mengajukan perceraian ke pengadilan agama, anda harusnya paham apa saja syarat-syarat untuk mengajukan perceraian jika posisi anda sebagai suami. Karena syarat pengajuan perceraian itu berbeda sekali jika istri yang menggugat, jadi jangan salah. Takutnya kalau salah syarat malah di tolak oleh pihak pengadilan. Ada beberapa syarat administratif yang harus anda lengkapi sebagai suami yang mengajukan permohonan cerai ke pengadilan, berikut ini adalah beberapa syarat administratif yang harus anda lengkapi sebagai suami untuk di ajukan ke pengadilan.

  • Kartu Tanda Penduduk / Identitas Resmi Lainnya
    Syarat utama untuk mengajukan cerai oleh pihak suami adalah, adanya kartu tanda penduduk atau identitas lainnya. Biasanya yang di minta oleh pengadilah adalah KTP sebagai identitas resmi, namun polemik e-ktp yang banyak belum jadi proses pembuatan untuk e-ktp, anda sebagai pemohon untuk perceraian di pengadilan bisa melampirkan resi KTP atau SIM. Resi KTP adalah berupa lembaran surat yang sudah di sahkan atau di legalisir oleh disdukcapil dan kelurahan setempat, sehingga bisa untuk syarat cerai secara resmi. Jangan lupa juga, anda foto copy kartu keluarga anda untuk melengkapi identitas diri agar lebih lengkap lagi.
  • Bukti Identias Pernikahan
    Buku nikah adalah syarat yang harus di bawa pada saat anda mengajukan permohonan cerai ke pengadilan. Bagaimana kalau buku nikahnya hanya buku nikah suami saja? Bisa. Bawalah buku nikah anda dalam satu buku tidak ada masalah, namun ada baiknya jika di lampirkan sepasang atau buku nikah suami dan istri agar lebih meyakinkan. Namun bagaima jika buku nikahnya hilang, rusak atau masalah lainnya? Anda sebagai suami bisa meminta rekapan data ke kantor urusan agama, dari rekapan data tersebut bisa di jadikan buku nikah duplikat. Biasanya mengurus buku nikah duplikasi di kenakan biaya 50rb s/d 100rb rupiah agar prosesnya tidak memakan waktu lama.
  • Surat Keterangan Lahir / Akta Lahir Anak Kandung
    Jika anda suami istri yang sudah memiliki anak, anda harus melampirkan soft copy saat mengajukan perceraian karena ini akan menyangkut hak asuh anak. Kalau anak anda belum di bikinkan akta kelahiran, anda bisa membawa surat keterangan lahir dari bidan untuk syarat mengajukan perceraian. Dan jangan lupa pada saat akan sidang, bawalah surat keterangan lahir atau akta kelahiran yang aslinya untuk meyakinkan hakim.
  • Surat Berharga
    Jika pihak istri anda yang akan anda ceraikan menyakan masalah harta, ada baiknya anda masukkan dalam harta gono gini di permohonan cerai anda. Anda bisa menyerahkan berupa soft copy seperti surat berharga, buku tabungan, surat rumah dan surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB)
  • Surat Permohonan Cerai
    Jika syarat-syarat di atas sudah anda lengkapi, sekarang saatnya anda melengkapi surat permohonan cerai. Surat permohonan cerai bisa anda bikin sendiri, bisa melalui lembaga bantuan hukum dan bisa juga di buatkan oleh pengacara anda. Jangan lupa tuliskan data diri anda dengan lengkap berikut data diri istri dan anak anda. Tak lupa isikan kenapa alasan anda menceraikan istri anda. Biasanya surat permohonan cerai yang di akomodir oleh pengacara standartnya ada 7 rangkap
  • Materai 6000
    Materai di perlukan pada surat permohonan cerai dan pada foto copy buku nikah suami dan istri.

Ok guys mungkin segitu dulu sharing kita untuk ulasan Syarat Pengajuan Cerai Bagi Suami, semoga bisa membantu dan bisa bermanfaat untuk anda. (Done)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daftar